Poem Id: 121
 
Masa, Dirimu, Pendirianku
(Winner Best Poem 2006 Awards)

Masa yang hilang
Ia takkan kembali
Masa yang dilepaskan
Takkan pulang lagi
Kukesali

Waktu yg ada
Ia terus berlalu
Waktu tetap bergerak
Mencemburui aku
Ku menangis

Kakiku melangkah
satu persatu kuberjalan
Kuterlihat engkau di sana
berlarian ke arahku
Namun ku menoleh
Ku membuat pusingan-U
Mengharapkan ketiadaanmu

Detik yang sudah terlepas
Tidak bisa ia dikutip
Detik yang ku miliki
Hanya akan berkurang

Kulihat ke atas
Langit biru meluas
Awan-awanan bergelimpangan
bak kapas yang berterbangan
Ku berbicara di dalam hati
Ku bertanya di sudut sanubari
Dapatkah aku menghasilkan
apa yang sudah ada di depan mataku ini?

Tempoh yang kau berikan
Oh, amatlah lama
Kau rela menunggu
hingga jasad ini pulang ke pangkuanmu
Kau rela memujuk
diri yang degil ini
Kau rela melihat ku bersusah
bagi mengalami pangajaran
Hanya memaksa untuk kebaikan tika kesempitan

Masa yang telah ghaib
Takkan muncul lagi
Masa yang kubuang
Takkan pulang ke dakapan
Ku berduka
Ku berfikir

Waktu yang wujud
Ia terus berlepas
Waktu yang bermain di tepi
Mengajarkanku ilmu
Ku mengerti

Kakiku maju,
selangkah demi selangkah, ke arahmu
Kau berlari,
tanpa sangsi, mengharapkanku
Langkahku,
kian bertambah laju
Larianmu,
apatah lagi

Kuimbas wajahmu
Sekian lama ku berpaling
Rautmu terukir
Kau tersenyum riang

=yuu kaito=

7.3.06

Hit Counter

 
 
Rate this poem.


Masa,Dirimu,Pendirianku




View Results